Header Ads

Image and video hosting by TinyPic

Asal-Usul Kampung Lebak Kantin di Bogor

Jika kita mengkaji sejarah, akan ditemukan bahwa kampung Lebak Kantin sudah ada sejak jaman dahulu. Bahkan daerah itu sudah ada sejak zaman laskar Bahureksa yang membantu laskar Mataram untuk menyerang Batavia pimpinan Sultan Agung.
Semasa kepemimpinan Jacob Mossel, lahan Kebun Raya luasnya hingga ke wilayah Lebak Kantin. Menurut para sesepuh Kampung Lebak Kantin, dulu di waktu-waktu tertentu di sekitar Lebak Kantin Tonggoh, dan jika "kawenehan" sering muncul harimau jadi-jadian yang turun tepat di daerah Sempur, lalu menghilang tak berjejak. Kejadian misterius ini masih sering terjadi ketika Sempur tonggoh masih dipenuhi oleh alang-alang.

Asal-Usul Kampung Lebak Kantin di Bogor


Kampung Lebak Kantin memiliki arti Lebakeun Kantin, karena bangunan yang sekarang menjadi kantor CPM itulah yang dimaksud dengan Kantin ,termasuk juga rumah sakit yang terletak di sebelahnya yang kini bernama RS. Salak (dulu RS. DKT).

Rumah dan bangunan yang berjejer seperti bedeng dengan pintu gapura klasik bergaya pintu gerbang Palermo di Sizilia itulah yang disebut dengan Kantin (Sekarang adanya di Apotik Salak). Di tempat itu pada masa kolonial Hindia Belanda menjadi tempat tinggal para tentara yang bertugas menjaga Istana Gubernur Jenderal (Istana Bogor).

Di bawahnya terdapat kali Ciliwung dan diseberangnya adalah Kampung Sempur. Perlu juga diketahui bahwa di bagian yang disebut sebagai Lebak Kantin Kidul ada lahan kabuyutan, di situ terdapat kuburan kuno yang dahulu dikeramatkan. Kuburan itu disebut keramat Embah Letji, yang merupakan punggawa/laskar Sultan Agung tahun 1678.

Asal-Usul Kampung Lebak Kantin di Bogor

Disekitar kuburan tersebut dulunya ada pohon leci atau lengkeng, dari situlah sebutan Embah Letji berasal. Selain itu, ada tradisi jika ada calong pengantin atau anak laki-laki yang hendak di sunat, maka sebelum melakukan upacaranya akan selalu berziarah dahlu ke makam Embah Letji tersebut.
Namun, sekarang tradisi itu sudah punah, kuburan itu tidak dikeramatkan lagi bahkan tidak dijaga. Letaknya sendiri sekarang sudah pindah tempat termasuk letak sumurnya.

Di daerah ini juga terdapat sebuah kolam renang yang dibangun oleh Mr Bisch, seorang pejabat Hindia Belanda tempo dulu, kolam renang itu kemudian disebut dengan nama Bak Bisch (Eman Sulaeman / Toponimi Bogor).

Kolam renang di Lebak Kantin tahun 1947


Namun jangan harap sekarang bisa berenang lagi di situ, karena sisa-sisa kolam yang ada telah dimanfaatkan menjadi kolam ikan.


Sumber dan Referensi:
Toponimi Bogor ( Eman Sulaeman)

No comments

Silakan komentar dengan sopan dan hindari komentar yang mengarah ke sara, ujaran kebencian, dan hujatan. Kami juga tidak mentolerir komentar spam.

Powered by Blogger.