Sejarah BBalitvet Bogor - Sejarah bogor

Post Top Ad

Sejarah BBalitvet Bogor dimulai sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Kebutuhan akan penelitian terhadap penyakit yang menyerang hewan ternak begitu mendesak sehingga pada bulan Juni 1908 dibangunlah sebuah lembaga penelitian khusus bidang veteriner yaitu Veertsenijkundig Laboratorium te Buitenzorg di Tjikemeuh (sekarang Cimanggu).
Sejarah BBalitvet Bogor


Setelah pembubaran VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) pada 1800, pemerintah kolonial Belanda tak henti-hentinya menghadapi berbagai permasalahan yang muncul dalam bidang politik dan sosial budaya. Di bidang politik misalnya, mereka harus berhadapan dengan perlawanan rakyat di berbagai daerah seperti Perang Diponegoro (1825-1830), ekspedisi Bone (1825-1859), ekspedisi Bali (1846-1849), Perang Aceh(1872-1898), ekspedisi Lombok (1894), dsb. Di bidang sosial mereka juga harus menghadapi kendala dan permasalahan yang muncul dalam situasi dan alam tropis di negeri jajahannya, apalagi kemampuan para ahli Belanda yang ternyata tidak cukup dengan bekal pendidikan dari Eropa. Untuk mengatasinya, didirikanlah beberapa balai penelitian di Buitenzorg, salah satunya adalah Veertsenijkundig Laboratorium di daerah Cimanggu.

Foto cimanggu tempo dulu
Foto udara Balitvet Cimanggu th 1930



Setelah Bogor diduduki oleh militer Jepang pada 6 Maret 1942, kekuasaan Belanda atas semua bangunan dan infrastruktur penting diambil alih Dai Nippon, termasuk juga balai penelitian ini. Setelah beralih kekuasaan, namanya pun diganti menjadi Balai Penyelidikan Penyakit Hewan (BPPH) yang kemudian dirubah lagi menjadi Lembaga Penyakit Hewan (LPH).

Prasasti Jepang di Balivet Bogor
Batu prasasti peninggalan Jepang yang dibuat untuk menghormati hewan-hewan yang menjadi bahan penelitian



Kekalahan Jepang atas Sekutu membuat mereka harus meninggalkan gedung dan bangunan penting yang pernah dikuasainya. Pada Desember 1945, pemerintahan darurat Republik Indonesia yang dipimpin presiden Soekarno melalui Menteri Kemakmuran saat itu, menunjuk Drh.R.Djaenoedin sebagai orang Indonesia pertama yang memimpin balai penelitian ini.

Sejak saat itulah, perubahan nama terus dilakukan sesuai kebutuhan dan fungsi dari balai penelitian tersebut, yaitu:

1. Veeartsenijkundig Laboratorium (V.L.) tahun 1908
2. Veeartsenijkundig Instituut (V.I.) tahun 1927
3. Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH) tahun 1942
4. Veeartsenijkundig Instituut NICA tahun 1947
5. Lembaga Penyakit Hewan (LPH) tahun 1950
6. Lembaga Pusat Penyakit Hewan (LPPH) tahun 1955
7. Lembaga Penelitian Penyakit Hewan (LPPH) tahun 1962
8. Balai Penelitian Penyakit Hewan (BPPH) tahun 1980
9. Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) tahun 1984
10. Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor (Bbalitvet) tahun 2006


Sebagai balai penelitian milik pemerintah, BBalitet menjadi pusat studi dan penelitian untuk menyelidiki penyakit-penyakit hewan. Dalam perkembangannya balai besar ini mampu menghasilkan teknologi strategis di bidang veteriner (virologi, bakteriologi, patologi, parasitologi, toksilogi, mikologi, epidemiologi, obat hewan, bioteknologi dan plasmanutfah) dalam pengendalian penyakit.

Balitvet Bogor tempo dulu
Balitvet tempo dulu



Masa-masa setelah reformasi balai penelitian ini berkembang begitu pesat, terutama dalam perkemangan fisik, status dan prasarana penelitian yang dimilikinya. Untuk memaksimalkan kinerja dan penelitian, maka pada tahun 2006 melalui Peraturan Menteri Pertanian No.15 tahun 2006 balai penelitian ini berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBalitvet) yang ditetapkan dengan status eselon II.





Alamat Balai Besar Penelitian Veteriner
Jl. R.E. Martadinata No. 30 Kotak Pos 151
Bogor 16114. Jawa Barat. Indonesia
Telp: 0251 - 8331048, 8334456
Fax: 0251 - 8336425

Lokasi di peta 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad