Pasar Baroe tahun 1920
Pasar Baroe tahun 1920

Pasar Bogor terletak di bilangan Suryakancana, Bogor Tengah. Kawasan ini selalu ramai dengan aktivitas jual dan beli setiap harinya. Di masa kolonial, Pasar Bogor bernama Pasar Baroe. Lahan yang digunakan sebagai pasar dulunya adalah lahan sewaan yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda.

Lahan yang menjadi kawasan Pasar Bogor ini dulunya diakui kepemilikannya oleh VOC. Pada waktu Hindia-Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Petrus Albertus van derParra (1761-1775), ia memberi kesempatan pada siapa saja untuk menyewa lahan di sana guna kegiatan usaha.

Hal ini tentu bertentangan dengan peraturan yang dibuat oleh Gubernur Jenderal sebelumnya, yaitu Buitenzorg hanya diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal dan petinggi kolonial, sehingga selain orang-orang EROPA tidak diperkenankan melakukan kegiatan usaha di daerah ini.

Namun tampaknya van derParra melihat hal ini dari segi ekonomi, terutama setelah usaha sewa menyewa tanah yang dilakukan oleh pejabat sebelumnya di beberapa daerah dianggap bisa memberikan keuntungan yang besar.

Dengan bersemangat, ia pun memberikan izin atas pembangunan sebuah pasar umum yang terletak berdampingan dengan Vihara Dhanagun atau Hok Tek Bio. Lokasi pasar ini juga berada tidak jauh dari sebuah perkampungan yang dahulu ada di area Kebun Raya yaitu Kampung Bogor.

Pada awalnya¬† pasar yang bernama Pasar Baroe dan dibangun pada 1770 ini hanya dibuka setiap akhir pekan saja atau seminggu sekali. Tapi melihat antusiasme masyarakat yang melakukan aktivitas jual beli di pasar ini, maka waktu operasional Pasar ini pun kemudian ditambah menjadi dua kali seminggu, yaitu setiap Senin dan Jum’at.

Setelah beroperasinya Pasar Baroe, kegiatan ekonomi masyarakat terus menggeliat, dan itu artinya sang Gubernur Jenderal telah meraup keuntungan yang cukup besar. Bayangkan saja, meski hanya dibuka dua kali seminggu, tapi keuntungan yang dihasilkan dari hasil sewa menyewa itu mencapai 8.000 ringgit.

BACA JUGA :   Prasasti Batutulis - Sejarah Bogor

Setelah diresmikannya jalur kereta api Bogor-Jakarta pada 1873, Pasar Baroe mengalami peningkatan status. Semula pasar ini hanya berfungsi sebagai pasar lokal saja, lalu berubah menjadi pasar regional. Waktu operasioalnya pun berubah dari yang tadinya seminggu sekali menjadi dibuka setiap hari.

PAda tahun yang sama, tidak jauh dari Stasiun Bogor dibangun Pasar Anyar yang berfungsi sebagai pasar lokal menggantikan fungsi Pasar Baroe sebelumnya.

Sebagian besar komoditas yang dijual di Pasar Baroe ini adalah hasil bumi seperti kopi, gula, kentang, kacang-kacangan, beras, tepung, minyak sayur, dan kina. Beberapa komoditas tersebut berasal dari sejumlah perkebunan yang dahulu banyak tersebar di seluruh Bogor.

Seiring berjalannya waktu, Pasar Baroe terus berbenah bahkan hingga masa setelah kemerdekaan dan zaman milenial. Pasar baroe telah berkembang sedemikian pesatnya, namanya pun kini lebih dikenal dengan sebutan Pasar Bogor.

Berikut beberapa koleksi foto Pasar Bogor dari masa ke masa:

Kondisi Pasar Bogor terkini:

Sumber Foto:
Tropen Museum 
Het Natioonal Archif
Bogor Tempo Doeloe

 

REVIEW OVERVIEW
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here